Halal Bihalal : Memaafkan dan Meningkatkan Toleransi

Ada yang istimewa pada Sabtu malam 27 Oktober 2007 yang lalu bagi kami warga Jl. Galar 8, RT 03, RW 17 Perumnas Tlogosari Semarang. Karena malam tersebut berbeda dari malam minggu biasanya, ya kami tengah mengadakan acara Halal Bihalal yang merupakan salah satu ciri khas bangsa Indonesia ditengah perayaan hari raya Idul Fitri dan tentunya kami menyambutnya dengan suka cita.

Bahkan antusiasme terhadap acara ini sudah terlihat sehari sebelumnya. Warga bahu membahu menyiapkan acara mulai dari pemasangan tenda, panggung dan dekorasi. Para Ibu juga tidak mau ketinggalan, aneka makanan kecil dan lontong opor khas Galar Wolu juga disiapkan untuk jamuan. Pemuda dan pemudi bersama – sama membantu dari segi acara dan mengatur penyajian jamuan untuk para hadirin.

Dalam sesi siraman rohani, Mubalik menyampaikan bahwa bulan puasa yang lalu menjadikan manusia bisa lebih memperdalam ibadah dan terutama bisa membuat orang menjadi dekat dengan Sang Pencipta, serta dapat mengendalikan nafsu yang tidak terkontrol dalam tubuhnya. Tentunya hal tersebut harus terus berlanjut dan tidak berhenti setelah bulan puasa berlalu.

Dalam kontek hubungan manusia dengan sesamanya terutama di lingkungan tempat tinggal, beliau menghimbau agar terus meningkatkan rasa saling menghormati dan menghargai, menghilangkan prasangka – prasangka buruk dan yang tak kalah pentingnya adalah tetap menjaga hubungan silahturahmi.

Kegiatan malam itu ditutup dengan acara salam – salaman dan saling memaafkan antar warga. Yang sangat menarik dari kegiatan ini adalah, bahwa acara tersebut didukung dari awal sampai akhir oleh seluruh warga tanpa membedakan agama yang mereka anut. Seperti yang diketahui bahwa warga dilingkungan kami terdiri dari berbagai macam latar belakang pemeluk agama yang berbeda. Hal tersebut membuktikan bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sikap toleransi dan saling menghargai bisa dimulai dari lingkup yang kecil, yaitu dari lingkungan di sekitar tempat tinggal kita. Nah, mumpung masih bulan Syawal, saya ucapkan met Idul Fitri dan mohon maaf lahir dan batin ya…

3 Tanggapan ke “Halal Bihalal : Memaafkan dan Meningkatkan Toleransi”


  1. 1 Ricky November 1, 2007 pukul 11:37 pm

    screensoot ibu2 masak: “itu ndak rumahnya stefanus mas, depannya rumahnya febri” he..he…
    temenku ternyata banyak juga ya di galar.

    bukan, ini rumahkuh

  2. 2 escoret November 16, 2007 pukul 10:03 am

    ini udah November mau habis..???

    kok ga ada yg baru..????

    apa blog ini TUTUP..???

    *turut prihatin*

  3. 3 Baderiani Agustus 1, 2008 pukul 8:54 am

    weeee ada gambarnya ibu-ibu juga,,,, salam kenal yakkk


Tinggalkan Balasan




Pegunungan eh pengumuman

Berhubung server yang lama telah mati. Maka pakai gratisan kayak gini. Jadi mohon maaf apabila di blog yang baru ini saya menghilangkan fasilitas bagi-bagi kaos dan mug yang dulu (emang pernah? dan emang ada hubungannya?). Oke, enjoy aja deh. GBU.

Iklan kecik

Loenpia.net

Potopoto

DSC02351

DSC02350

DSC02349

More Photos